Header Ads

Paris Van Java Hidupkan Kembali Keroncong Melalui Pertunjukan "The Sound of Keroncong 2017"

Keroncong merupakan salah satu jenis musik yang bersuara unik dan khas. Mendayu-dayu dan bertempo sangat syahdu lewat kombinasi serta harmonisasi musik mulai dari suling, biola, gitar, ukulele, cello dengan pizzicato style, string bass dengan pizzicato style ditambah dengan penyanyinya.

Jamak yang menganggap musik keroncong adalah musik yang ketinggalan jaman padahal musik asli Indonesia ini sudah menyita perhatian musisi mancanegara - Rumput Band contohnya. Di saat generasi muda bangsa ini fokus pada budaya pop kekinian terdapat sekelompok musisi Amerika Serikat (dari North America lebih tepatnya) menguasai skill bermusik keroncong ini.

Sebagai salah satu warisan berharga milik Indonesia, keroncong hadir dengan sangat memesona ketika dimainkan oleh Rumput Band. Penulis yang kebetulan diundang untuk menyaksikan langsung kepiawaian Rumput Band benar-benar tersadar bahwa keroncong patut dipelajari oleh anak muda bangsa ini.

Untuk itu guna melestarikan seni musik keroncong, Paris Van Java: Resort Lifestyle Place sudah dan masih menggelar event The Sound of Keroncong 2017. Acara ini bertujuan turut membantu pihak-pihak terkait guna melestarikan warisan budaya Indonesia dan mengingatkan kembali pada masyarakat luas akan keindahan lagu keroncong.



Keberadaan keroncong hari ini seolah ditelan bumi tersisihkan oleh jenis musik lain yang lebih moderen. Dengan mengundang Rumput Band, PVJ ingin menunjukkan bahwa bangsa lain saja mau memainkan keroncong, masa bangsa sendiri lebih memilih genre musik lain?

Saking bangganya dengan musik keroncong, Rumput Band membawa seni keroncong ke pelbagai event budaya yang ada di Amerika, seperti diikutsertakan dalam festival dan kompetisi musik yang terdapat di Appalachia - sebuah daerah pegunungan yang berada di Amerika Utara bersama dengan musisi lainnya.

Pada kesempatan itu, Rumput Band memadukan musisi setempat dengan Indonesia pada April 2016 dengan tema Shadow Ballads yang membawanya hingga ke final dalam kompetisi The Neo Traditional. Sejak Agustus 2016 hingga sekarang musisi gabungan ini masih tergabung dalam komunitas orkestra yang diwadahi oleh University of Richmond, Virginia bernama Gamelan Raga Kusuma.

Paris Van Java Hidupkan Kembali Keroncong Melalui Pertunjukan "The Sound of Keroncong 2017"

Seusai pertunjukan, penulis sempatkan berbincang-bincang dengan dua dari personil Rumput Band, yaitu; Kyle dan Natalie. Kyle mengatakan bahwa dengan bermain keroncong dirinya dengan teman-teman di Rumput Band merasa bangga.

"Terdapat kesamaan antara keroncong dengan jazz bluegrass. Karena itu pula nama band kami Rumput Band. Seperti tadi kami memainkan salah satu lagu bergenre jazz blue grass, "John Henry" yang kami padukan dengan musik keroncong," ujar Kyle

Dan sebelum memilih keroncong sebagai musik asli Indonesia yang mereka usung, Gamelan adalah alat musik tradisional yang mereka pilih untuk dipelajari di tahap awal datang ke Indonesia dua tahun silam. Kyle pun sangat terpukau dengan musik warisan leluhur bangsa Indonesia -tepatnya seni Sunda tersebut.

Adetruna dan Rumput Band swafoto bareng di Amphitheater Sky Level Garden PVJ Sukajadi Bandung

Swafoto bareng Rumput Band di Amphitheater Sky Level Garden PVJ Sukajadi Bandung [Dok. Pri]

Masih ada satu hari lagi pertunjukan The Sound of Keroncong 2017 di PVJ (20/8/2017) jadi buat pembaca yang tertarik dan penasaran melihat Rumput Band bisa datang ke Amphitheater Sky Level Garden Paris Van Java. [w3/08-pvj]

Tidak ada komentar

tanpa mengurangi rasa hormat, komentar dimoderasi, ya :)
-
Ingin bekerjasama dengan kami? Sila kirim email ke: blogdangkal@gmail.com

Diberdayakan oleh Blogger.