Header Ads

Bagaimana Cara Mengajarkan Anak Membaca di Rumah?

Anak kami Hakuna Matata kerap membuat heran banyak orang. Hakuna sudah mampu membaca dengan lancar padahal dia berusia 3 tahun (sekarang 8 tahun). Entah saat berada di rumah kolega, toko buku atau di tempat umum lainnya (dan saat inipun adiknya; Pixar - sudah mulai akan lancar membaca).

Berdasarkan pengalaman di atas, kami selalu menjawab pertanyaan semua dengan serius. Sebaliknya -justru- mereka yang bertanya ternyata tidak serius, dengan kata lain mereka tidak betul-betul ingin tahu.

Pasalnya, seusai  kami menjelaskan caranya, merekalantas berkata, “Repot juga, ya?” atau, “Ah ... Nanti juga bisa sendirilah,” dan lain-lain. Rasanya kok miris ... Saat kita menjelaskan dengan serius dan semangat tapi ujungnya ditanggapi dengan tanggapan yang sebaliknya.

Malah ada penanya yang menunjukkan ketidakpercayaan bahwa anak kami bisa membaca itu karena hasil usaha kami, orang tuanya sendiri. Sepertinya membuat anak sendiri bisa membaca adalah hal yang tidak mungkin.

Padahal adalah hal yang lazim terjadi, saat anak mampu membaca pada usia 3 tahunan. Kini sudah jamak buku yang berisikan petunjuk untuk mengajarkan hal tersebut. Pun dengan metode yang beredar, baik untuk materi dalam bentuk buku atau untuk seminar.

Kini tinggal kita sebagai orang tua, dituntut kemampuan menerima materi; cara menerima transfer ilmu itu bagimana? Metode tersebut antara lain; Glen Domann, Montesori, Fonetik, Mengeja dan lain sebagainya.

Kami secara kebetulan dipertemukan dengan kolega yang menerapkan pada anaknya menggunakan metode Glen Domann. Ditambah dengan pengetahuan yang sudah kami miliki beberapa waktu ke belakang (sebelum menikah).

Meskipun kolega kami itu tidak begitu bersemangat mentransfer metode ini kepada anaknya, sehingga tidak nampak hasil yang signifikan, kami tetap komitmen dengan ilmu ini. Kami terus menanamkan dalam hati jika nanti keluarga kami dikaruniai anak, kami akan mentransfer metode ini buat anak kami.

Sebab, orang lain saja mampu mempraktekkan cara mengajari anak membaca di saat usia anak-anaknya menginjak  3 tahun, berarti orangtua yang lain pun bisa. Ya kami menilainya ini sebagai tantangan.

Saat masa kehamilan, selain menjejali diri dengan bacaan tentang keorangtuaan (parenting) serta pengasuhan bayi, kami pun mulai merancang beberapa hal yang diperlukan guna mentransfer metode Glen Domann tersebut. Awalnya, teorinya terasa njlimet, akan tetapi begitu dipraktekkan ditambah dengan penuh suka cita dan cinta, ternyata bisa terbukti.

Aneh, ganjil dan seperti hal yang mustahil adalah sensasi di awal kami memulainya. Terasa sekali memang, karena bayi baru berumur 6 bulan tapi kami sudah menunjukkan sebuah kartu bertuliskan satu kata dalam ukuran yang besar dan warna spidol merah tebal.

Kami meyakini bahwa melakukan hal ini bisa membuat sang buah hati mampu membaca sama seperti saat kali pertama mengajaknya berbicara padahal kan ... dia masih dalam kandungan? Melakukan begitu banyak 'cara di luar kotak' dalam hal mengasuh anak - kami harus tetap yakin dan percaya sepenuhnya agar ringan dalam melaksanakannya. Alhamdulillah ... Suami mendukung penuh dan bahkan bersedia bahu membahu untuk bekerjasama dalam mengasuh anak sehingga membuat transfer metode membaca menjadi lebih mudah.

Proses transfer yang kami lakukan ini sesuai teori di buku dan hanya berjalan seminggu. Namun tidak berarti berhenti, proses transfer cara mengajari anak membaca ini masih terus berjalan serta masih menggunakan separuh metode GD.

Ini berarti masih menggunakan kartu baca bikinan sendiri, tapi tidak dibuat flash atau sama persis dengan teori di buku. Apalagi kartu bikinan aq terbatas sehingga baru berjalan berapa bulan sudah tamat (stok kartunya habis).
Bagaimana Cara Mengajarkan Anak Membaca di Rumah?

Cara Mengajarkan Anak Membaca Kenapa dari Bayi? 

Semakin muda otak manusia maka semakin cepat dalam menyerap informasi. Teori "Revolusi Cara Belajar/The Learning Revolution" pernah membahas soal ini. Kemampuan otak manusia bergantung pada seberapa banyak rangsangan yang diterima oleh otak itu sendiri.

Memperkenalkan flash kartu yang bertuliskan kosakata, misalnya; kita memperlihatkan, "ini pohon" dan benda-benda baru lainnya itu usaha kita menanamkan dalam memori otak bayi yang masih kosong dengan tulisan yang sudah kita persiapkan.

Bentuk garis tertentu sebuah gambar atau tulisan merupakan sesuatu yang bisa dibaca. Hal ini tidak ubahnya tatkala anak melihat meja dan kita katakan itu meja. AKan berbeda apabila bayi yang tidak pernah kita beritahu apapun, alhasil -jika nanti di tanya.- anak pun tidak akan tahu-menahu tentang segala sesuatu. Sesederhana itulah cara mengajarkan bayi membaca. [w3/03-IBD]

(facebook)notes/etna-nena-oetari/3-tahun-udah-bisa-baca-gimana-caranya/468718408649/

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.