BLGDNKL ~ Kerjasama? Email ke: blogdangkal@gmail.com

Ruam Popok pada Bayi

Sebelum dilanjutkan - berikut definisi dari ruam popok pada bayi. Ruam popok merupakan proses peradangan atau iritasi yang terjadi pada bagian kulit bayi yang tertutup oleh popok, misalnya pada bagian bokong.

Ruam ini biasa terjadi disebabkan oleh dampak dari urine atau feses yang terkena pada kulit lalu timbul reaksi yang ditandai munculnya kemerahan pada kulit bagian bokong buah hati.

Ruam Popok pada Bayi

Itulah kenapa bayi kerap menangis saat dirinya merasa tidak nyaman - salah satu penyebabnya karena ada ruam popok pada bayi tersebut. Oleh karena itu, sedari awal bunda bisa melakukan pencegahan.

Di saat popok basah karena si bayi pipis atau buang air besar segeralah kita bertindak. Karena kondisi seperti itu bisa membuat bayi menjadi tidak nyaman secara serta-merta. Kalau sampai lamban dalam bertindak, dalam tempo yang tidak lama biasanya bayi akan langsung menangis secara terus-menerus.


Ruam Popok pada Bayi

Perlu diingat sekali lagi, bunda tidak boleh membiarkan bayi mengenakan popok basah terlalu lama. Pasalnya, hal ini mampu memunculkan ruam popok. Bayi akan mengalami infeksi pada daerah sekitar paha dan bokong.

Hal ini jamak disebabkan oleh terpaparnya kulit bayi dengan zat amonia yang terdapat pada urin atau feses bayi dalam jangka waktu lama alias karena dibiarkan.

Tips Mengatasi Ruam Popok pada Bayi dari Molto

Melansir artikel tentang mengatasi Ruam Popok pada Bayi dari portal resmi Molto - disebutkan bahwa, "Bunda tidak perlu tergesa-gesa membawa bayi ke dokter karena masalah ruam pada kulit bayi. Hal ini dapat diselesaikan masalahnya melalui perawatan khusus."

Mari kita sama-sama perhatikan uraian dari Molto seputar tips mengatasi ruam popok pada bayi.

Cara Tepat Memandikan Bayi

Penyakit kulit pada anak bisa timbul karena cara memandikan yang salah. Berikut cara tepat memandikan bayi agar si kecil terhindar dari masalah kulit.

  1. Mandikan bayi dengan menggunakan air yang tidak terlalu dingin atau terlalu panas. Cukup dengan suhu air hangat-hangat kuku saja.
  2. Bersihkan dengan segera menggunakan lap yang dibasahi dengan air semua sisa makanan, air seni, feses serta segala jenis kotoran yang menempel pada kulit bayi. 
  3. Apabila bayi bergerak secara aktif, saran yang terbaik adalah Anda memandikannya tiga kali sehari, yaitu; di waktu pagi, siang serta sore hari.
  4. Pilihlah sabun khusus untuk kulit bayi dengan kadar pH seimbang. Sebab sabun bayi yang tidak tepat bisa menimbulkan alergi pada kulit bayi. pH seimbang itu adalah 4,5 hingga 5 (Sabun ini baik untuk bayi karena membuat kulit bayi memiliki kelembaban seimbang).
  5. Bersihkan seluruh sela-sela tubuh bayi. Bagian-bagian yang dimaksud antara lain: jari, belakang telinga, ketiak, selangkangan, bagian belakang siku serta bagian belakang lutut.
  6. Jangan lupa untuk membersihkan alat kelamin bayi. Bagi bayi perempuan, bunda bisa segera membersihkan alat kelaminnya menggunakan lap basah dengan arah dari depan ke belakang. Sedangkan bagi bayi laki-laki, bunda bisa membersihkan kulup alat kelamin menggunakan lap basah sampai dengan lubang kecilnya terlihat.
  7. Biasakanlah untuk senantiasa membersihkan anus bayi seusai ia buang air besar. Pergunakanlah selalu dengan lap basah atau tisu basah yang bebas alkohol saat membersihkannya.
  8. Keringkan tubuh bayi seusai mandi dengan menggunakan handuk lembut serta pastikan kulitnya benar-benar kering.

Selanjutnya ...

Tips Memilih Popok Bayi

Dewasa ini kita bisa dengan sangat mudah menemukan berbagai macam popok bayi. Namun perlu diingat, tidak jarang produk popok itu tidak cocok saat mengenai kulit buah hati kita.

Alih-alih nyaman saat bayi mengenakan popok, bahkan popok tersebut malah akan membuat bayi tidak nyaman karena timbul ruam popok pada bayi.

Dan berikut 3 (tiga) tips saat kita memilih popok bayi yang aman.
  1. Usahakan agar saat memilih popok, pilihlah popok yang memiliki tekstur lembut serta berdaya serap tinggi. Sebab bila popok tidak mampu menyerap cairan dengan baik maka berpotensi tumbuhnya bakteri di kulit yang bisa meningkatkan timbulnya ruam popok pada bayi.
  2. Jangan pernah untuk memilih popok yang terlalu ketat, pasalnya hal ini dapat menimbulkan iritasi pada kulit si kecil.
  3. Bunda harus menyegerakan untuk mengganti popok si kecil setelah ia buang air kecil atau besar. Sebab, kotoran yang dibiarkan menempel pada kulitnya bisa menyebabkan ruam popok.
Itulah sekilas artikel tentang Ruam Popok pada Bayi. Semoga catatan kali ini bisa menjadi tambahan referensi setiap ibu yang tengah memiliki bayi. [w3/01_IBD]
Ruam Popok pada Bayi Ruam Popok pada Bayi Reviewed by Ade Setiadi Truna on Januari 22, 2017 Rating: 5

Tidak ada komentar:

tanpa mengurangi rasa hormat, komentar dimoderasi, ya :)
-
Ingin bekerjasama dengan kami? Sila kirim email ke: blogdangkal@gmail.com


Diberdayakan oleh Blogger.