Ubah Kamar Mandi Anda Jadi Minimalis dengan Hal Ini

Ubah Kamar Mandi Anda Jadi Minimalis dengan Hal Ini - Desain kamar mandi minimalis saat ini sering kali menjadi idaman karena desainnya yang simpel dan mudah. Jika Anda ingin mengubah tampilan kamar mandi lama Anda, ada beberapa tips bisa Anda lakukan.

Sebaliknya, jika masih merencanakan desain kamar mandi untuk rumah baru Anda, ada beberapa hal yang bisa Anda pertimbangkan mengenai perabotan, lantai dan tembok kamar mandi.
[1] Kosongkan kamar mandi Buang barang-barang yang sudah tidak Anda gunakan lagi di kamar mandi. Mulailah membereskan botol-botol conditioner yang sudah habis. Buanglah botol shampoo yang Anda dapatkan dari hotel dan tidak digunakan. Bahkan, simpan juga alat pengering rambut yang ternyata sudah tidak Anda gunakan dalam beberapa minggu bahkan beberapa bulan terakhir.

Jangan simpan barang-barang yang tidak Anda gunakan setiap harinya terus-menerus di kamar mandi. Kumpulkan dan simpan barang-barang yang jarang Anda gunakan dalam satu kotak. Anda akan terkejut melihat k…

Ai-X1 : Pesawat Ulak-Alik Stratosfer Tanpa Awak Pertama di Indonesia

Ai-X1 adalah pesawat tanpa awak alias unmanned aerial vehicle (UAV) atau drone buatan AeroTerrascan yang berhasil diluncurkan dalam sebuah projek bernama ekspedisi Menembus Langit. Dan ini menjadi goresan tinta emas dalam catatan sejarah bidang Ilmu Pengetahuan dan Teknologi (IPTEK) di Indonesia.

Ai-X1 : Pesawat Ulak-Alik Stratosfer Tanpa Awak Pertama di Indonesia
foto: dailysocial

Melansir Daily Social, stratosfer belum bisa dikatakan sebagai luar angkasa, namun bagi Ekspedisi Menembus Langit ini adalah langkah awal agar menembus langit bumi yang sebenarnya. Dan ekspedisi ini dijalankan dalam rangka mengembangkan riset aeronautika dan memacu percepatan teknologi keantariksaan nasional.

Ai-X1 : Pesawat Ulak-Alik Stratosfer Tanpa Awak Pertama di Indonesia
Ada berita menggembirakan tidak saja bagi tim Ekspedisi Menembus Langit/AeroTerrascan tapi bagi dunia IPTEK dan aeronautika khususnya. Bahwa UAV Ai-X1 yang diterbangkan beberapa waktu belum lama ini sudah tercatat di Museum Rekor Indonesia sebagai Pesawat Ulak-Alik Stratosfer tanpa Awak Pertama di Indonesia.

Tim ekspedisi sebelum secara resmi menerbangkan Ai-X1 pada 28 dan 29 Oktober 2016, telah melakukan ujicoba penerbangan pada 27 Agustus 2016. Dari hasil trial flight tersebut, memberikan dampak lebih percaya diri bagi mereka (Tim Ekspedisi Menembus Langit) untuk secara resmi menerbangkan pesawat tanpa awak buatan dalam negeri ini ke lapisan stratosfer. Berikut berita kronologis pada saat penerbangan yang masuk ke meja redaksi Blogdangkal dari pihak Menembus Langit.

Hari Sumpah Pemuda dijadikan momentum bagi Tim Menembus Langit untuk menerbangkan Ai-X1 dengan menggunakan balon cuaca di Balai Uji Teknologi dan Pengamatan Antariksa dan Atmosfer LAPAN, Pameungpeuk, Garut, Jawa Barat.

Setelah lebih kurang sebulan lamanya Tim Menembus Langit mencoba menyebarkan berita dan antusiasme yang hasilnya sangat memuaskan, barulah pada 28 oktober 2016 #MenembusLangit pun dilaksanakan.

Pada pukul 06:15 UAV Ai-X1 lepas landas menuju stratosfer dengan bantuan balon cuaca. Dan pada ketinggian 10 km yang merupakan lapisan awal stratosfer dari atas permukaan laut, Ai-X1 melepaskan diri dari balon cuaca.

Itu terjadi dikarenakan UAV Ai-X1 mengalami GPS glitch, besar dugaan karena dipengaruhi oleh awan tebal yang menyebabkan berkurangnya akurasi sinyal navigasi GPS. Setelah melepaskan diri dari balon cuaca, pesawat Ai-X1 menjalankan prosedur return to home.

Namun penggunaan balon cuaca sebagai media untuk membawa Ai-X1 telah bekerja sesuai skenario dan Ai-X1 berhasil kembali ke titik awal peluncuran. Oleh karena belum mencapai target, tim Menembus Langit melakukan pelepasan Ai-X1 untuk kali kedua.

Keesokan harinya (29/10) Tim Ekspedisi Menembus Langit kembali melakukan peluncuran pada pukul enam pagi. Tidak seperti hari pertama, penerbangan Ai-X1 menuju stratosfer berhasil mencapai lapisan stratosfer lebih tinggi.

UAV Ai-X1 berhasil mencapai ketinggian 19,379 meter atau 63569,5538 kaki. Pada ketinggian tersebut, Ai-X1 melepaskan diri dari balon cuaca dan berusaha kembali ke titik awal penerbangan (return to home).

Dalam perjalanan kembali ke titik awal (ketinggian 13,670 meter atau 44,849081 kaki), Ai-X1 mengalami kondisi GPS No-Fix. Selama kondisi tersebut, Ai-X1 masih bisa menjaga kestabilan terbang. Hingga akhirnya, Ai-X1 landing sejauh 500 meter dari titik pendaratan yang ditargetkan atau dari titik awal peluncuran.

Dari semua upaya yang sudah dilakukan oleh Tim Ekspedisi Menembus Langit tersebut, rupanya telah menyita perhatian pihak Museum Rekor Indonesia (MURI). Tim dianggap berhasil mencatat rekor baru, yaitu; Pesawat Ulak-Alik Stratosfer Tanpa Awak Pertama di Indonesia. [w1/11_ML]

Komentar

Posting Komentar