Header Ads

Panduan Bagi Guru tentang Bagaimana Bicara pada Siswa Mengenai Kejahatan Terorisme

foto: brilio.net
14 Januari 2016 kota Jakarta tepatnya di bilangan Sarinah jalan Thamrin dikejutkan dengan ledakan bom bunuh diri. Sontak masyarakat sekitar kota Jakarta riuh. Takterkecuali warga netizen, dibandingkan dengan media mainstream, netizen lebih cepat menginformasikan ke masyarakat di luar Jakarta dengan mudahbahkan lengkap dengan foto-foto pendukung teror bom tersebut.

Di sisi lain perang melawan terorisme terus dikampanyekan tetapi di sisi lain aksi teror bom masih saja terjadi di luar dugaan. Hingga saat inipun pertanyaan mendasar mengenai siapakah serta apakah terorisme itu? Masih tetap belum terjawab secara memuaskan.

Banyak pihak-pihak yang menanggapi ketidakpuasan ini dengan cara yang positif, seperti Dinas Pendidikan Nasional-contohnya. Lewat sebuah email forum khusus Guru Indonesia, ada sebuah informasi tentang bagaimana cara berbicara dalam peran sebagai guru kepada siswanya, yaitu Panduan Bagi Guru tentang Bagaimana Bicara pada Siswa tentang Kejahatan Terorisme.

Berikut adalah uraian Panduan Bagi Guru tentang Bagaimana Bicara pada Siswa tentang Kejahatan Terorisme:

  1. Sediakan wktu bicara pada siswa tentang kejahatan terorisme. Siswa sering menjadikan guru tempat mencari informasi dan pemahaman tentang apa yang sedang terjadi.
  2. Bahas secara singkat apa yang sedang terjadi, meliputi fakta-fakta yang sudah terjadi. Jangan membuka ruang terhadap rumor, isu dan spekulasi.
  3. Beri kesempatan siswa untuk mengungkapkan perasaannya tentang tragedi atau kejahatan yang terjadi. Nyatakan dengan jelas rasa duka kita terhadap para korban dan keluarganya.
  4. Arahkan rasa kemarahan pada sasaran yang tepat, yaitu pada pelaku kejahatan, bukan pada identitas golongan tertentu yang didasarkan atas prasangka.
  5. Kembali pada rutinitas normal. Terorisme akan sukses apabila mereka berhasil mempengaruhi kehidupan sehari-hari dan kehidupan kebangsaan Indonesia.
  6. Ajak siswa berpikir positif. Ingatkan bahwa negara kita telah melewati banyak tragedi dan masalah dengan tegar, gotong royong, semangat persatuan dan saling menjaga.
  7. Ajak siswa berdiskusi dan mengapresiasi kerja para Polisi, TNI dan Petugas Kesehatan yang mellindungi, melayani dan membantu kita di masa terjadinya tragedi. Perbanyak diskusi tentang kesigapan dan keberanian mereka daripada sisi kejahatan pelaku teror.

Itulah 7 poin Panduan Bagi Guru tentang Bagaimana Bicara pada Siswa tentang Kejahatan Terorisme. Semoga bermanfaat dan Anda sebagai guru mampu bersikap dan tampil meyakinkan supaya siswa lebih jernih dalam memahami kejahatan terorisme. Semoga Allah Swt senantiasa melindungi kita semua warga negara Indonesia. Hidup Guru! Hidup NKRI! #JakartaKuat

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.